Synchronization Problem?

15 12 2008

Mungkin itu kata yang tepat untuk menggambarkan apa yang terjadi pada diriku hari ini, tepatnya tadi sore. Pulang dari kantor sekitar jam 15, karena cuaca udah mendung banget en takut keujanan lagi kayak kemaren. Wah, ternyata bener, baru masuk mobil, hujan mulai mengguyur, at least aku gak kebasahan. Mulanya hanya hujan shower, lama2 jadi hujan angin. Wuih, ranting2 pada beterbangan, spanduk salah seorang caleg dari partai tertentu di perempatan lampu merah juga patah.

Hujan angin berlanjut sepanjang jalan, banyak traffic light yang mati, dan bikin macet jalanan yang udah banjir juga. Aku masih bisa santai nyetir, sambil dengerin mp3 dari HP. Sempat terlintas rasa was-was, inget klo jalan masuk menuju rumahku kalau banjir pasti bikin mobilku mogok, soalnya airnya tinggi banget, apalagi untuk mobil sedan seperti mobilku. Tapi itu dulu, sekarang jalan itu udah ditinggiin dan air nggak bakal masuk knalpot. Perasaanku jadi agak lega. Sepanjang jalan Manyar Kertoarjo mulai tergenang air, masih tenang2 saja. Ketinggian air masih dalam batas kewajaran. Di depan BCA Kertajaya, aku berbelok ke kiri.

Wuih, ternyata di jalan Kertajaya genangan air sudah hampir mencapai batas trotoar kanan jalan! Aku matikan mp3ku, pasang konsentrasi penuh, en ngegas sekenceng2nya, supaya air nggak masuk ke knalpot. Aku ambil lajur paling kanan (semua mobil begitu) karena ketinggian air di sisi kanan sedikit lebih rendah dari sisi kiri. Beberapa kali kulirik status aki mobilku, warna merah samar kadang muncul (yang tandanya gejala mesin akan mati). Pedal gas mobil semakin kuinjak dengan sadisnya plus pasang persneling 1. Mesin mobil meraung ganas, hatiku masih tetap dag dig dug. Please, jangan sampai mogok, jangan sampai mogok, aku berbisik. Kira2 sudah jalan 100 m, terlihat di depan jembatan yang posisinya agak tinggi dan bebas genangan air. Aku berharap setidaknya bisa nyampai jembatan itu dan berhenti sebentar untuk manasin mesin lagi, sebelum lanjut lagi ke ruas jalan berbanjir berikutnya. Ternyata, di depanku ada mobil kijang yang berhenti karena mogok. Rupaya si air sudah merambah ke dalam knalpotnya. Pikirku, buset, kijang aja yang bodinya lebih tinggi bisa mogok. Aku semakin ketar-ketir, bingung. Kalau aku mau menyalip dia, maka aku harus sedikit ambil lajur kiri (yang beresiko, karena disitu air lebih tinggi). Tapi kalau aku berhenti dibelakangnya, selain aku nggak bakal maju2, juga justru aku yg disalip mobil2 lain dari belakang. Ketika mereka nyalip, akan menimbulkan “ombak” kecil yang juga bisa menyumbat knalpotku. Akhirnya kunekatkan untuk nyalip juga. Sedikit ambil lajur ke kiri, sambil terus berdoa supaya mesin ndak mati. Akhirnya berhasil juga melewati mobil mogok itu, dan aku bergegas menuju check point pertama, jembatan itu. Sampai disitu, aku berhenti dan maksud hati ingin me-nol-kan persneling dan tetap menekan gas sekencang2nya. Nah disinilah problem itu muncul. Saat memasukkan kopling untuk mengganti persneling, kepalaku mengatakan “Jangan lepas gasnya! Terus injak, karena mobil baru saja melewati banjir parah. Kalau gas berkurang, mesin bisa mati!”. Tapi ternyata kaki kananku tidak merespon perintah otakku, dan mataku menjadi saksi bisu atas kebodohan ini. Kaki kananku, entah dapat perintah darimana, tahu2 mengangkat dirinya dari pedal gas dan beristirahat dengan santainya di lantai mobil. Dan kamu pasti bisa menebak apa yg terjadi selanjutnya? Yap, mesin mulai terbatuk-batuk dan akhirnya tewas dengan sukses!!

Kukutuk kebodohan diriku sendiri dan sampai sekarang tidak habis pikir, kok bisa ya itu terjadi? Akhirnya, mobil berhenti di pinggir jembatan. Tapi masalah tidak berhenti sampai disitu. Karena masih penasaran, kucoba start mesin lagi. Usaha yang gagal total. Mesin tidak mau nyala, dan aki mobilku ikut jebol, karena keseringan kupaksa start mesin. Semakin lama, bunyi start semakin lemah. Akhirnya kuputuskan diam saja dan aku menelpon suamiku. Aku paksa dia untuk pulang tenggo (hehehe….) dan nyusul aku di TKP. Setelah dia datang naik motor, rencananya dia mo panggil taksi en narik mobilku sampe rumah. Jarak dari TKP ke rumah sekitar 700 m, masih melalui ruas jalan berbanjir #2. Ternyata, taksi pada ngumpet ato full booked semua. Suamiku akhirnya pulang ke rumah sebentar untuk ngambil tali kampar, dan memutuskan untuk menarik mobilku pake motornya! Motor 110 cc mo narik mobil 1400 cc? Tadinya sempet gak yakin bisa, tapi setelah dicoba, ternyata bisa juga!! Iring2an berjalan pelan2, melintasi ruas jalan yang ternyata sudah tidak terlalu tinggi airnya alias sudah surut. Memang hujan sudah agak lama berhenti. Di jalan, orang2 terheran2, gimana bisa motor narik mobil? Hihihi….. the power of willI guess.

Sampai juga di depan rumah dan tali kulepas. Dengan bantuan kakekku yang nyetir mobil, aku dan suami mendorong mobil masuk ke dalam garasi. Fyuuuuhhh, akhirnya nyampe rumah juga. Alhamdulillah…. Benar-benar cobaan yang berat di hari puasaku. Jam 15 dari kantor, nyampe rumah jam 18.30, dan baru berbuka puasa dengan minum segelas air putih. Setelah makan malam, kuputuskan untuk memandikan mobilku. Kasihan, dia sudah mengalami perjuangan yang sangat berat. Sampai sekarat kehabisan aki. Tunggu besok ya sayang, akan kusetrum dirimu dengan aki mobil Oom yang tiap pagi rajin datang ke rumah :))


Aksi

Information

5 responses

16 12 2008
cicitcuit

itu namanya the power of love, tan… gila, motor narik mobil!!! hebat nian tuh :))

17 12 2008
r3ngg4n1s

Hahaha…. and add a little spicy of love of course , Cit. Habis gitu mesin motor langsung demam tinggi en kehabisan bensin😀

17 12 2008
sherlockh30

Dari dulu kan kamu dah tak suruh operasi equilibrium (bagian otak yg mengatur keseimbangan & sinkronisasi). Trust me dear, It’ll work….:) peace

19 12 2008
Faida

Tan..lucu banget.
Aq ketawa ketiwi baca ceritamu.
Jadi inget kalo aq naik sepeda motor pas banjir.
Perasaanku sama persis dengan perasaanmu, dag dig dug.
sepanjang jalan selalu berdoa.
Aq juga heran,kok bisa ya. sepeda motor narik mobil.

19 12 2008
r3ngg4n1s

Ya itulah Fai. Anything is possible, hehehe. If you’re willing to try.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: