10 Pertanyaan Tabu Saat Interview Kerja

19 01 2009

Oleh: Liz Ryan, pakar Human Relation dan berpengalaman selama 25 tahun

Diterjemahkan dari artikel Yahoo ini by me

interview_1Bukan rahasia lagi kalau kita diharuskan siap dengan daftar pertanyaan yang akan kita tanyakan pada interviewer saat kita melakukan interview kerja. Ketika interviewer bertanya “Apa ada pertanyaan yang ingin Anda ajukan?” maka kita harus siap menjawab “Ya”. Tetapi ada beberapa pertanyaan yang justru TIDAK BOLEH Anda ajukan, kecuali jika Anda ingin kehilangan pekerjaan itu. Apa saja pertanyaannya? Berikut tips yang bisa Anda simak.

1. Perusahaan Anda bergerak di bidang apa?

Ini pertanyaan yang masuk akal, jika Anda hidup di tahun 1950 atau 1980, ketika belum ada Internet. Sekarang ini, itu sudah menjadi tugas Anda untuk melakukan survey tentang perusahaan yang akan Anda lamar, sebelum Anda memutuskan datang saat wawancara. Beberapa hal yang perlu diketahui adalah: apa bidang usahanya, siapa saja pesaingnya, prestasi apa yang telah dicapai oleh perusahaan tersebut baru-baru ini.

2. Apakah Anda akan mengecek latar belakang saya?

Pertanyaan yang sangat konyol, tetapi herannya ini masih sering juga ditanyakan. Jika Anda menanyakan hal ini, interviewer akan beranggapan Anda memiliki sesuatu yang perlu disembunyikan. Akan lebih baik jika kita bertanya “Bisakah Anda menjelaskan sedikit tentang proses seleksi yang akan dilakukan?”

3. Kapan saya akan mendapat kenaikan gaji?

Diterima kerja saja belum tentu, kok malah tanya kapan saatnya naik gaji? Alternatif pertanyaan yang lebih baik adalah “Apakah perusahaan Anda menerapkan penilaian tahunan terhadap kinerja dan gaji?” Tapi ingat, tanyakan ini HANYA pada wawancara kedua (jika Anda sudah berhasil melewati wawancara tahap pertama)

4. Apa Anda menawarkan posisi pekerjaan yang lain (selain dari yang Anda lamar-red.)?

Dalam mencari pekerjaan, Anda dituntut untuk berpikir cepat. Jika pekerjaan yang Anda lamar ternyata jauh di bawah kemampuan Anda, katakan saja begitu, jangan menanyakan pertanyaan “sapu jagat” seperti diatas.  Anda bisa mengatakan “Pekerjaan ini kedengarannya menarik. Tapi jujur saja, saya digaji 30% lebih banyak dan dipercaya untuk mengawasi orang di pekerjaan saya sebelumnya. Bisakah Anda membantu saya menjelaskan jenjang karir untuk pekerjaan ini?”  Ini pertanyaan pancingan bagi interviewer untuk memberikan posisi pekerjaan lain yang mungkin ditawarkan.

5. Kapan saya bisa pindah ke posisi lain (selain dari posisi yang Anda lamar-red.)?

Ini sama saja dengan mengatakan “Saya ingin segera pindah dari posisi yang saya lamar”. Jika Anda menyukai posisi itu, ambillah. Jika tidak, tunggulah kesempatan lainnya. Hampir semua perusahaan akan menempatkan Anda pada posisi yang Anda lamar untuk setidaknya 1 tahun kedepan. Setelah itu, baru mereka dapat mempertimbangkan transfer internal.

6. Bisakah Anda memberitahukan jalur bis mana yang harus saya tempuh menuju ke tempat kerja?

Memangnya interviewer Anda itu siapa? Sopir bus? Kernet angkot? Cari sendiri informasi itu. Bukan tanggung jawab mereka memberitahukan Anda bagaimana Anda bisa menuju ke kantor.

7. Apa perusahaan Anda mengijinkan break kerja untuk merokok?

Jika Anda bekerja di perusahaan retail atau call center, Anda bisa menanyakan tentang break. Jika ketergantungan Anda pada rokok sudah demikian parahnya hingga Anda harus break sebelum makan siang, maka Anda perlu menghubungi dokter. Banyak perusahaan yang tidak mengijinkan aktivitas merokok di tempat kerja, beberapa bahkan tidak mau mempekerjakan perokok sama sekali.

8. Apakah [kondisi kesehatan saya] dicakup oleh asuransi?

Ini pertanyaan buruk karena 2 alasan:

(1) Anda tidak ingin membeberkan masalah kesehatan Anda pada orang lain, terutama pada mereka yang akan mempekerjakan Anda. Anda bisa mengetahui tentang cakupan asuransi dengan menanyakan buku pedoman asuransi yang digunakan, HANYA pada kesempatan wawancara berikutnya (bukan pada wawancara pertama).

(2) Manajer departemen tidak mungkin mengetahui secara rinci tentang penyakit apa saja yang dicakup oleh pihak asuransi. Bahkan hanya sedikit pegawai bagian HRD yang mengetahui hal ini. Anda bertanya pada orang yang salah. Selain itu, biasanya, pegawai yang dalam masa percobaan (3-12 bulan pertama) belum tercakup oleh asuransi perusahaan.

9. Apakah Anda melakukan tes NAPZA?

Jika melakukan tes NAPZA bertentangan dengan filosofi Anda, tunggu hingga saat yang tepat untuk mengajukan keberatan Anda, yaitu pada saat mereka meminta Anda secara langsung untuk melakukan tes. Jika tidak, maka sama saja Anda berkata “Saya akan gagal pada tes NAPZA”.

10. Jika Anda menerima saya, bisakah saya mulai [3 minggu dari sekarang]?

Biasanya perusahaan memberikan tenggang waktu maksimal 2 minggu kepada kita untuk mulai bekerja (jika kita diterima). Jika Anda sedang tidak memiliki pekerjaan, mereka akan mempercepat tenggang waktu itu, supaya Anda bisa langsung mulai bekerja. Jika Anda meminta waktu lebih dari 2 minggu untuk bekerja, mereka akan berpikir dua kali tentang keseriusan Anda bekerja untuk mereka. Lagipula, pengunduran waktu mulai bekerja adalah sesuatu yang dapat diminta SETELAH Anda mendapatkan pekerjaan yang diinginkan, bukan sebelumnya.

About these ads

Aksi

Information

18 tanggapan

27 01 2009
mnrp

yang konyol tu pertanyaan nomor 6…
parah…

27 01 2009
r3ngg4n1s

Memang konyol sekali. Tapi, kadang secara tidak sengaja itu terucap, biasanya sekedar obrolan ringan untuk lebih mengakrabkan diri dengan interviewer :D
BIG MISTAKE!!

27 01 2009
Eko

semuanya memang konyol….

27 01 2009
Bajak Laut

Setubuh

28 01 2009
~noe~

kalo pertanyaan tabu buat interviewer ada tidak?
mereka juga manusia dan sama2 punya rasa stres…

28 01 2009
Edi Purwanto

wah bagus donk

28 01 2009
tepan

Kalo 10 pertanyaan yang bagus untuk ditanyakan apa ni Bos?

28 01 2009
phito08

untuk pertanyaan nomor 6 tu penting..
jd si empunya perusahaan tau kalo lo bener2 tinggal daerah situ..
gitu…

28 01 2009
kangsurur

Kalo saya akan tanya: “Sistem gajinya Cash atau transfer ATM ya, terus tiap tanggal berapa dibayarkan?”

28 01 2009
r3ngg4n1s

@noe & tepan: Wah, saya belum nemu artikelnya tuh :) Nanti kalau sudah ketemu, saya posting lagi ya. Sering main2 kesini aja

@phito08: Hmm… sebenernya kan ga ada hubungannya, dimana dia tinggal. Rumah di Tangerang, tapi cari kerja di Bekasi. Salah siapa coba? ;) Pokoknya perusahaan tahunya, jam 8 harus sudah checkclock absen :D

@kangsurur: Sepertinya jaman sekarang sistem gaji pasti transfer ATM deh, klo yg cash udah jarang. Takut kena rampok :D

28 01 2009
mesinkasir

coba tanya kalau diterima nanti apakah nanti saya digaji? (ada nggak yg tanya gtu yah)

28 01 2009
Treante

kira-kira apa ada orang yang kayak gitu ya?

tapi kurasa pertanyaan no. 6–yang paling konyol–bakal terlontar saat interview telah slesai, palagi mereka yang pendatang :-)

28 01 2009
koranindependen

Daripada jadi pelamar kerja yang diinterview, mendingan jadi wartawan yang selalu interview orang. Kira2 gimana kondisinya si interviewer jika pas lagi diperiksa Polisi yang sebentar2 menggebrak meja,ya ?

30 01 2009
Billy Koesoemadinata

kalo soal yang nomor 6, gue sih nanyanya
“mmm,, tempatnya itu di sebelah mana dari gedung ini ya?”

sering tuh gue begitu. secara, tes kerja kan, suka aneh2 banget..

14 02 2009
thitaa

ad g mcm” pertanyaan interview untuk calon sekretaris di perusahaan yg besar??

15 02 2009
r3ngg4n1s

@thitaa: Pada dasarnya tahap interview adalah tahap untuk mengenal lebih jauh tentang pelamar, setelah mereka tertarik dengan resume/CV yang Anda kirimkan. Jadi pertanyaan yang diajukan adalah pertanyaan yang spesifik kepada kemampuan/keahlian Anda dalam bidang yang Anda lamar. Rasanya, jenis pertanyaannya pun hampir sama, pasti mengarah pada keahlian Anda. Jadi, persiapkan diri Anda dengan jawaban2 yang benar2 dapat menggambarkan kemampuan diri Anda, sebaik2nya. Tentu saja, Anda harus mengatakannya dengan penuh keyakinan dan percaya diri, dan yang pasti….harus JUJUR.

Hope this helps you.

16 10 2009
erni susanty

pertanyaan no.6, seharusnya bukan tanya jalur bis,
tapi tanyakan, kurang lebih, dekat dengan bangunan apa,
yg bisa dijadikan acuan.

Apalagi kalo interview di kota seperti jakarta, yg sudah banyak
silang menyilang jalan dan selalu macet.

pada saat membutuhkan ketepatan, kenapa tidak…

21 10 2010
forHEREy

Semuanya di sesuaikan sama SIKON alias situasi dan kondisi.

jawaban FORMIL, ada kalanya tidak di perlukan.

jadi ENJOY aja frenddd selama di wawancara.

toh yg nge wawancara jg sama-sama MANUSIA.

ingat aja lagu….”ROCCCKeerrr jg MANUSIA”

OK.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: